Sunday, May 25, 2014

PaDa SiApA..


renungan mata itu menusuk jantungku...
bisanya membuatku keliru...
antara kebenaran dan kepalsuan
yang kian memamah akal warasku

pada siapa harus ku tanyakan
pada siapa harus aku adukan
pada siapa harus aku sandarkan
pada siapa harus aku percayakan

naluriku bicara kosong
akal warasku menyimpang
gerakku membisu
tempat aku berteduh mulai runtuh

pada siapa harus aku bergantung
langit kian jelas di ruang mata
mendongak mencari pelindung

ku lihat awan berarak
lindungi aku dari terik mentari
lindungi bumi dari kemarau

hanya Dia tempat aku bertanya
hanya Dia tempat aku mengadu
hanya Dia tempat aku bersandar
hanya Dia tempat aku bergantung

Sunday, April 6, 2014

jAwApAn

Jika ku tanya pada angin,
apa kan ku temui jawapannya?
jika ku tanya pada langit,
apa mungkin terjawab soalan ku?

aku masih ternanti-nanti jawapan,
kepada persoalan kehidupan,
kecintaan,
kerelaan,

masih ku meneliti tiap detik yang menghitung
detap jantung dan hembus nafas,
masih ku meneliti tiap langkah ku,
tutur bicara ku,
apakah kian baik bicaranya,
ataupun sama seperti dulu,

dulu kata-kata ku umpama bilah
jarum halus yang menusuk,
emosi ku meledak,
melempiaskannya tanpa hati,
hidup ku seolah milik ku,
aku seolah-olah hidup sendirian,
tak perlu menjaga bangsa,
apa yang ku tahu ketika itu,
aku hidup untuk sendirian,

sungguh,
sejengkal akal ku tika itu,
setelah dunia pancaroba ini ku tempuh,
rupanya,
aku memerlukan insan yang sentiasa
menemani ku,
bahagia atau derita,
bersama harungi perjalanan yang penuh mehnah,

benar,
ALLAH sudah cukup bagi ku,
tempat bergantung harap,
namun naluri seorang insan perlukan teman,
lalu,
ALLAH berikan ibu dan ayah yang tidak pernah
tandus untuk mendoakan anaknya,
ALLAH mengirimkan guru-guru yang fahami
kerenah baik dan nakal anak muridnya,
ALLAH mengirimkan sahabat-sahabat yang tidak
pernah melupakan sahabatnya dalam doanya,
ALLAH menghadiahkan pasangan yang bertimbang rasa
tiap kurang ditutup rapi,
saling melengkapi..

cukuplah bagi ku...
ALLAH,
RASUL,
keluarga,
guru-guru,
sahabat-sahabat,
dan pasangan yang soleh,

harta dunia boleh ku cari,
dengan empat kerat kudrat ku,
tapi harta untuk ke sana nanti,
tak bisa dibeli dengan wang ringgit,
tapi masa bisa menjadi saksi ku di sana,
apa tingkah ku tika ini,
apakah aku mengingati-Mu,
apakah aku lalai dengan dunia fatamorgana,
semua ini akan terhitung..
semua ini akan terbentang..
hanya taqwa akan membawa perkhabaran gembira
dan buat mereka yang benar-benar berserah diri...

jawapan yang dinanti selama ini,
telah lama ku temui,
tapi hanya bisa dilihat mata hati,
angin dan langit,
padanya jawapan tersembunyi,
tapi ternyata jelas bagi mereka yang berkehendak,
bagi mereka yang tidak berputus asa,
untuk mencari jawapan pada persoalan..


Thursday, March 20, 2014

SiMpULaN KaSiH


amarah tak pernah hilang,
tapi sabar itu mengikis amarah,

hasad tak pernah terkubur,
tapi syukur itu tertanam kukuh, hapuskan hasad,

benci tak pernah terpencil,
tapi kasih dan sayang menghakis benci,

cemburu tidak pernah padam,
tapi keikhlasan melenturkannya,

putus asa tak pernah jemu menjenguk,
berserahlah pada-Nya jalan yang terbaik,

fitnah takkan tenggelam,
tanpa kepercayaan dan keyakinan yang utuh,

musibah takkan berakhir
tanpa usaha untuk mengubahnya menjadi muhibbah,

pengakhirannya kisah kasih ini
adalah sebahagian dari kasih-NYA,
keikhlasan lahir tanpa bibir menuturkannya,

kasih makhluk....
hargailah bila bersama,
kenangilah bila berjauhan,
sedekahkan doa bila merindui,
jika ALLAH lebih menyayanginya...
ketahuilah, kasih yang bersimpul kerana-NYA
akan berkekalan hingga ke akhirat

Monday, March 10, 2014

CiNtAkU...


mendungnya hari
menggamit diari
membuka lembaran
bagi mencipta
sebuah lukisan hati
cintaku pergi
dibawa pergi bersama angin
tanpa ku sedari
hatiku dilukai
cukuplah sekali
tak mungkin ku ulangi
jalan ini perlu diharungi
akan ku gapai cinta-NYA
yang sentiasa menunggu
dakapan kasih hamba-NYA
kembali ke pangkuan-NYA
kasih-NYA tidak pernah sirna
bahkan terang menerangi kegelapan
hadirlah duhai cinta yang hakiki
bermula segalanya
ku ikhlaskan kapada-MU Ya Rabb

p/s: 2009
       rewrite: 26 January 2014   11:40 pm

Thursday, March 6, 2014

LuKa SeOrAnG tEmAn...

Hadirnya sahabat kerana ukhwah
hancurnya ikatan kerana fitnah

Dalam kepayahan menahan derita
gugur jua titisan air mata
di pipi sahabat mulia Rasulullah S.W.T.
menjadi bukti kesetiaan
Abu Bakar as-siddiq

Teman,
sekiranya tabir sejarah ini tersingkap
betapa ku cuba menjadi seperti beliau
tapi mengapa tidak ku jaga
lantas ku disisih
ditinggal sepi sendiri
adakah ketidaksempurna ku
mengganggu waktu mu
adakah gurauan ku
menjengkelkan mu

Teman,
seandainya kesetiaanmu masih bersisa
dengarlah apa yang ingin ku bicarakan

Ukhwah itu tali penghubung
tempat kita saling bergantung
bertemu,berpisah demi mencari redha-Nya

namun persahabatan kita
meninggalkan kepedihan dan kelukaan
pada diri ku dan teman ku tersayang
kerana itu mengajar kita lebih dewasa

Luka seorang teman terubat
bila melihat temannya tersenyum
sentiasa mendoakannya
tanpa pengetahuannya
itulah penawar rindu

rewrite: 26 January 2014
             11:15 PM

Sunday, January 12, 2014

kASiH tAk TeRuCaP...

bibir terketar-ketar
mata makin memerah
kian sukar untuk bernafas
air mata menitis 
dari mulanya perlahan
semakin lebat menuruni pipi
sebak rasanya hingga tersedu-sedan

tapi itu semua hanya
terjadi bila yang di sayangi
jauh dari padangan

bila berdepan
tiada kata-kata sayang
yang mampu dilafazkan

mengapa berat menyatakan sayang
mengapa sukar meminta maaf
mengapa payah untuk berterima kasih
apakah yang hilang jika diluahkan
apakah yang ditakuti bila jujur

kasih yang tak pernah pudar
kasih yang tidakkan pernah sirna
kasih yang utuh berpadu
tidakkan pernah ditinggalkan
meskipun menggunung kekurangan
dibimbing menuju jalan-NYA

Ya ALLAH yang Maha Penyayang
terima kasih kerana
menghadaihi insan yang terbaik
terima kasih kerana didikannya
Engkau sentiasa menjadi keutamaan sebelum dirinya